Setelah memahami right issue dari nol, sekarang kita masuk ke bagian yang sering membuat investor ritel bingung: harga teoritis dan dilusi.

Banyak investor melihat saham turun saat ex date lalu langsung panik. Mereka mengira sahamnya jatuh karena market membuang. Padahal dalam right issue, ada penyesuaian teknis yang wajar terjadi karena hak HMETD mulai terpisah dari saham induk.

Namun di sisi lain, tidak semua penurunan bisa dianggap teknis. Kadang harga memang turun karena market tidak suka right issue tersebut. Mungkin dilusinya terlalu besar. Mungkin harga pelaksanaan terlalu rendah. Mungkin tujuan dana tidak jelas. Mungkin standby buyer tidak meyakinkan.

Di sinilah kita perlu membedakan antara penyesuaian teoritis dan tekanan jual yang benar-benar mencerminkan kekecewaan market.

Dalam right issue, harga bisa turun bukan hanya karena panik, tetapi karena struktur saham berubah. Yang perlu dibaca adalah apakah penyesuaian itu wajar atau menjadi sinyal risiko yang lebih besar.

Kenapa Harga Saham Bisa Turun Saat Ex Date?

Saat saham memasuki ex date right issue, saham induk mulai diperdagangkan tanpa hak HMETD.

Sebelum ex date, investor yang membeli saham masih berhak mendapatkan HMETD. Setelah ex date, pembeli baru tidak lagi mendapat hak tersebut. Karena hak sudah terpisah, harga saham induk secara teoritis bisa menyesuaikan.

Bayangkan saham sebelumnya seperti satu paket: saham induk plus hak untuk membeli saham baru. Setelah ex date, paket itu dipisah. Saham induknya diperdagangkan sendiri, sedangkan HMETD menjadi hak terpisah yang bisa diperdagangkan atau ditebus sesuai jadwal.

Karena ada pemisahan hak ini, harga saham bisa turun secara teknis.

Jadi, penurunan saat ex date tidak selalu berarti market membuang saham. Bisa saja itu hanya penyesuaian karena nilai HMETD sudah keluar dari harga saham induk.

Apa Itu Harga Teoritis?

Harga teoritis right issue atau theoretical ex-rights price adalah perkiraan harga saham setelah right issue diperhitungkan secara matematis.

Harga ini dihitung dari gabungan harga saham lama dan harga saham baru yang diterbitkan melalui right issue.

Secara sederhana, harga teoritis menjawab pertanyaan: setelah perusahaan menerbitkan saham baru di harga pelaksanaan tertentu, kira-kira berapa harga rata-rata saham secara teoritis?

Harga teoritis bukan harga pasti di market.

Market bisa memperdagangkan saham di atas atau di bawah harga teoritis tergantung sentimen, kualitas right issue, likuiditas, ekspektasi bisnis, dan perilaku pelaku pasar.

Namun harga teoritis penting sebagai acuan agar investor tidak salah membaca penyesuaian harga.

Cara Sederhana Memahami Harga Teoritis

Misalnya sebuah saham sebelum ex date berada di harga 1.000.