Setelah memahami bahwa broker summary bukan ramalan masa depan, kita masuk ke dua istilah yang sering muncul saat membaca transaksi saham: buyer dominant dan seller dominant.

Dua istilah ini terdengar sederhana. Buyer dominant berarti pembeli terlihat lebih dominan. Seller dominant berarti penjual terlihat lebih dominan. Namun dalam praktiknya, membaca dominasi pembeli dan penjual tidak cukup hanya melihat siapa broker paling atas di broker summary.

Saham bisa terlihat banyak dibeli oleh satu broker, tetapi harganya tetap turun. Saham bisa terlihat banyak dijual oleh satu broker, tetapi harga tetap naik. Ada saham yang pembelinya terkonsentrasi, ada yang pembelinya tersebar. Ada saham yang penjualnya besar, tetapi berhasil diserap. Ada juga saham yang terlihat ramai, tetapi sebenarnya sedang menjadi tempat distribusi.

Karena itu, buyer dominant dan seller dominant perlu dibaca bersama harga, volume, area teknikal, dan konteks market.

Dominasi transaksi bukan hanya soal siapa yang paling banyak beli atau jual, tetapi bagaimana harga bereaksi terhadap pembelian dan penjualan itu.

Apa Itu Buyer Dominant?

Buyer dominant adalah kondisi ketika sisi pembeli terlihat lebih kuat dalam transaksi.

Dalam broker summary, ini bisa terlihat dari broker tertentu atau beberapa broker yang net buy cukup besar. Dalam orderbook, bisa terlihat dari bid yang aktif menyerap jualan. Dalam price action, bisa terlihat dari harga yang mampu naik, bertahan di support, atau menembus resistance.

Namun buyer dominant bukan hanya soal ada broker yang membeli banyak.

Pembeli disebut benar-benar dominan jika pembeliannya mampu memengaruhi harga secara positif. Misalnya harga naik dengan volume sehat, koreksi diserap, support bertahan, dan setiap tekanan jual tidak membuat harga jatuh terlalu dalam.

Jika broker net buy besar tetapi harga tetap turun dan support jebol, dominasi pembeli perlu dipertanyakan. Bisa saja pembelian itu belum cukup kuat, atau ada penjual yang jauh lebih agresif.

Apa Itu Seller Dominant?

Seller dominant adalah kondisi ketika sisi penjual terlihat lebih kuat.

Dalam broker summary, ini bisa terlihat dari broker tertentu atau beberapa broker yang net sell besar. Dalam orderbook, bisa terlihat dari offer besar yang terus muncul atau penjual yang agresif membuang ke bid. Dalam price action, bisa terlihat dari harga yang sulit naik, gagal breakout, atau jebol support.

Namun seperti buyer dominant, seller dominant juga tidak cukup dibaca dari angka net sell saja.

Penjual disebut benar-benar dominan jika jualannya mampu menekan harga. Jika broker net sell besar tetapi harga tetap naik dan support tetap kuat, maka jualan itu mungkin berhasil diserap oleh pembeli lain.

Jadi seller dominant bukan hanya siapa yang jual paling banyak. Yang penting adalah apakah jualan itu membuat harga melemah.