Ada banyak indikator teknikal di pasar saham, tetapi salah satu yang paling sering dipakai adalah moving average. Hampir semua trader pernah mendengarnya. Ada MA 5, MA 10, MA 20, MA 50, MA 100, MA 200, golden cross, death cross, harga mantul di MA, atau harga jebol MA.

Bagi pemula, moving average sering terlihat seperti garis sederhana yang mengikuti harga. Namun justru karena sederhana, indikator ini cukup berguna untuk membaca arah tren secara lebih bersih.

Moving average membantu kita mengurangi noise. Harga harian bisa naik-turun dengan cepat, tetapi moving average membuat kita melihat kecenderungan arah dengan lebih tenang.

Moving average bukan alat untuk memastikan masa depan, tetapi alat untuk membantu melihat apakah harga sedang cenderung naik, turun, atau kehilangan arah.

Apa Itu Moving Average?

Moving average adalah rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu.

Misalnya MA 20 berarti rata-rata harga selama 20 periode terakhir. Jika kita memakai chart harian, MA 20 berarti rata-rata harga sekitar 20 hari perdagangan terakhir. Jika memakai chart mingguan, MA 20 berarti rata-rata 20 minggu terakhir.

Moving average biasanya dihitung dari harga penutupan, walaupun dalam beberapa platform bisa menggunakan jenis harga lain.

Secara visual, moving average ditampilkan sebagai garis yang mengikuti pergerakan harga. Jika harga cenderung naik, garis MA biasanya ikut naik. Jika harga cenderung turun, garis MA ikut turun. Jika harga bergerak datar, MA biasanya mendatar.

Tujuan utamanya sederhana: membantu kita membaca arah umum harga tanpa terlalu terganggu gerakan kecil harian.

Kenapa Moving Average Banyak Dipakai?

Moving average banyak dipakai karena mudah dipahami.

Kita tidak perlu rumus rumit untuk menangkap idenya. Garis MA menunjukkan rata-rata harga. Jika harga berada di atas rata-rata dan rata-ratanya naik, saham cenderung berada dalam tren yang lebih sehat. Jika harga berada di bawah rata-rata dan rata-ratanya turun, saham cenderung berada dalam tekanan.

Moving average juga membantu membaca area dinamis. Kadang support dan resistance tidak hanya berbentuk garis horizontal. Dalam tren naik, harga sering memantul di sekitar MA tertentu. Dalam tren turun, harga sering tertahan saat rebound ke area MA tertentu.

Namun tetap perlu diingat, moving average adalah indikator yang mengikuti harga. Ia bukan indikator yang mendahului harga. Karena itu, MA sering terlambat memberi sinyal jika perubahan harga terjadi sangat cepat.

Simple Moving Average dan Exponential Moving Average

Secara umum, ada dua jenis moving average yang sering dipakai: Simple Moving Average dan Exponential Moving Average.

Simple Moving Average