Setelah membaca laporan laba rugi dan neraca, kita masuk ke laporan yang sering paling jujur dalam menilai kesehatan perusahaan: laporan arus kas.

Laporan laba rugi bisa menunjukkan perusahaan untung. Neraca bisa menunjukkan aset perusahaan besar. Tapi laporan arus kas menjawab pertanyaan yang lebih langsung: uangnya benar-benar masuk atau tidak?

Banyak investor pemula terlalu cepat percaya pada laba bersih. Kalau laba naik, dianggap perusahaan sehat. Padahal ada perusahaan yang mencatat laba, tetapi kasnya tidak bertambah. Ada perusahaan yang pendapatannya naik, tetapi sebagian besar masih berupa piutang. Ada perusahaan yang terlihat ekspansi, tetapi semua dibiayai utang. Ada perusahaan yang kasnya besar, tetapi bukan dari operasional, melainkan dari right issue atau pinjaman baru.

Di sinilah laporan arus kas menjadi penting.

Laba adalah pengakuan akuntansi. Arus kas adalah aliran uang nyata. Perusahaan yang sehat idealnya bukan hanya mencatat laba, tetapi juga menghasilkan kas.

Apa Itu Laporan Arus Kas?

Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan aliran kas masuk dan kas keluar perusahaan dalam periode tertentu.

Jika laporan laba rugi menunjukkan apakah perusahaan untung atau rugi, laporan arus kas menunjukkan dari mana uang masuk dan ke mana uang keluar.

Laporan ini penting karena perusahaan tidak bisa membayar utang, gaji, bunga, dividen, atau ekspansi hanya dengan laba di atas kertas. Perusahaan membutuhkan kas.

Ada perusahaan yang labanya terlihat bagus, tetapi kasnya seret. Ini bisa terjadi jika penjualan banyak dilakukan secara kredit dan belum tertagih. Ada juga perusahaan yang rugi bersih, tetapi arus kas operasinya positif karena faktor non-kas seperti depresiasi.

Karena itu, laporan arus kas membantu kita membaca kualitas laba dan daya tahan perusahaan.

Tiga Bagian Utama Laporan Arus Kas

Laporan arus kas biasanya dibagi menjadi tiga bagian besar.

1. Arus kas dari aktivitas operasi

Ini menunjukkan kas yang dihasilkan atau digunakan oleh kegiatan bisnis utama perusahaan.

2. Arus kas dari aktivitas investasi

Ini menunjukkan kas yang keluar atau masuk karena pembelian dan penjualan aset, investasi, atau akuisisi.

3. Arus kas dari aktivitas pendanaan

Ini menunjukkan kas yang masuk atau keluar dari aktivitas pendanaan, seperti pinjaman, penerbitan saham, pembayaran utang, dividen, atau buyback.

Tiga bagian ini punya makna yang berbeda.

Perusahaan yang sehat biasanya dalam jangka panjang mampu menghasilkan kas dari aktivitas operasi. Perusahaan yang sedang tumbuh bisa mengeluarkan kas untuk investasi. Perusahaan yang butuh modal bisa menerima kas dari pendanaan.