Setelah memahami broker summary, net buy, dan net sell, kita masuk ke bagian yang sering membuat banyak trader ritel penasaran: average price broker.

Dalam obrolan pasar, kita sering mendengar kalimat seperti, “Bandar masuk di average 500,” atau “Broker A modalnya sekitar 480,” atau “Harga dijaga karena belum jauh dari average bandar.”

Kalimat seperti ini terdengar menarik. Seolah-olah kita bisa mengetahui modal pihak besar dan mengikuti jejaknya. Namun seperti banyak hal di bandarmologi, average price broker harus dibaca dengan hati-hati.

Average price memang bisa memberi petunjuk. Tapi ia bukan bukti pasti. Broker bukan selalu satu orang. Satu broker bisa dipakai banyak nasabah. Satu pihak besar bisa memakai banyak broker. Transaksi juga bisa terjadi intraday, crossing, atau pindah tangan.

Average price broker bisa menjadi referensi area transaksi, tetapi bukan berarti kita benar-benar tahu modal bandar.

Apa Itu Average Price Broker?

Average price broker adalah rata-rata harga transaksi beli atau jual yang dilakukan oleh broker tertentu dalam periode tertentu.

Misalnya dalam satu hari, broker A membeli saham di harga 490, 500, dan 510. Dari semua transaksi itu, sistem bisa menghitung rata-rata harga belinya. Itulah average price broker.

Dalam broker summary, biasanya kita bisa melihat average buy price dan average sell price dari masing-masing broker.

Data ini menarik karena membantu kita melihat di area harga mana broker tertentu aktif bertransaksi. Jika sebuah broker membeli banyak saham dengan average price tertentu, area itu sering dianggap sebagai area penting.

Namun sekali lagi, average price bukan berarti modal pasti dari satu pihak. Ia hanya rata-rata transaksi broker.

Kenapa Average Price Broker Sering Diperhatikan?

Average price broker diperhatikan karena trader ingin mengetahui area harga yang mungkin penting bagi pelaku besar.

Jika broker tertentu membeli dalam jumlah besar di sekitar 500, lalu harga bertahan di atas 500, sebagian trader menganggap area itu sedang dijaga. Jika harga turun mendekati 500 lalu memantul, dugaan itu bisa semakin menarik.

Sebaliknya, jika harga turun jauh di bawah average price broker yang sebelumnya dominan beli, lalu broker tersebut tidak lagi mendukung, trader mulai bertanya apakah pihak itu masih bertahan atau sudah melepas posisi.

Average price membantu memberi konteks psikologis.

Namun jangan terlalu cepat menyimpulkan. Kita tidak tahu apakah broker itu membeli untuk satu pihak, banyak pihak, institusi, ritel besar, atau transaksi teknis tertentu.

Yang bisa kita lakukan adalah membaca pola dan reaksi harga.

Average Buy dan Average Sell

Dalam broker summary, kita biasanya bisa melihat dua hal: average buy dan average sell.