Tulisan ini saya buat ketika sedang berlibur di Solo untuk mengunjungi kota dengan tatanan terbaik — bagi saya pribadi — lalu tiba-tiba muncul ide untuk menuliskan target kehidupan pada tahun 2025 sampai 2027.
1. Memberangkatkan Umroh untuk Bapak dan Ibu
Tahun ini tabungan saya sudah menyentuh sekitar 150 juta rupiah secara cash dan sebagian lainnya saya masukkan ke sektor saham.
Suatu malam ibu pernah berkata bahwa beliau sangat ingin pergi haji. Saat itu saya hanya diam sambil berpikir. Melihat usia bapak dan ibu yang sudah berada di sekitar kepala lima, saya merasa umroh menjadi pilihan yang lebih realistis agar beliau tetap bisa beribadah ke sana tanpa harus menunggu terlalu lama.
Kalau saya langsung mengeluarkan sekitar 70 juta rupiah saat ini sebenarnya bisa saja, tetapi saya juga harus memikirkan pengelolaan keuangan dan cashflow agar tetap sehat untuk beberapa tahun ke depan.
Akhirnya saya memutuskan untuk menetapkan target pada tahun 2025 sebagai waktu memberangkatkan umroh untuk bapak dan ibu.
2. Memiliki Tabungan Haji
Siapa yang tidak ingin suatu saat nanti bisa beribadah di Makkah dan Madinah bersama orang yang dicintai, apalagi untuk ibadah haji.
Walaupun mendaftarkan diri secara bersamaan, kita juga tidak pernah benar-benar tahu apakah nantinya akan berangkat ke Baitullah bersama-sama. Namun hal itu saya kesampingkan terlebih dahulu. Yang paling penting adalah memulai niat, menabung, dan menyelesaikan administrasi tahap awal.
Estimasi saya, pendaftaran haji akan dilakukan pada tahun 2027 setelah menikah, dengan kebutuhan biaya sekitar 70 juta rupiah untuk dua orang.
3. Memiliki Rumah di Surabaya / Gresik
Memiliki uang down payment sekitar 450 - 550 juta rupiah adalah salah satu target terbesar saya agar bisa memiliki rumah di Surabaya atau Gresik.
Menurut saya membeli rumah secara cash memang mungkin saja dilakukan, tetapi kemungkinan baru bisa tercapai sekitar tahun 2030 - 2032, tentu dengan syarat mendapatkan rezeki yang sangat baik. Amin.
Karena itu saya lebih memilih untuk fokus mengumpulkan dana down payment terlebih dahulu sebelum menikah. Dengan penghasilan saya saat ini, saya cukup yakin target tersebut bisa tercapai pada tahun 2027.
4. Mengikat Janji
Bagi saya, target keempat ini justru menjadi salah satu yang paling sulit. Bukan semata soal uang, tetapi karena ada banyak kesepakatan yang harus dipertemukan antara pasangan, orang tua, dan mertua.
Saya pribadi sebenarnya menyukai konsep pernikahan yang sederhana. Namun tetap saja, acara seperti lamaran, pre-wedding, mas kawin, akad, hingga resepsi membutuhkan persiapan dana yang tidak sedikit.
Estimasi yang saya siapkan untuk seluruh kebutuhan tersebut berada di angka sekitar:
- 75 juta rupiah
- 35 juta rupiah tambahan untuk kebutuhan lainnya
Dan semuanya saya targetkan pada tahun 2028.
5. Mengunjungi Makkah Setelah Menikah
Saya memiliki beberapa opsi mengenai hal ini.
Opsi pertama adalah langsung berangkat umroh setelah menikah menggunakan dana yang sudah dipersiapkan pada target nomor dua.
Opsi kedua adalah menundanya sekitar tiga tahun setelah menikah, mungkin sekitar tahun 2029.
Sekali lagi, keputusan ini nantinya akan saya diskusikan bersama istri. Saya ingin melihat pendapat mana yang paling baik untuk dijalani bersama.
6. Liburan ke Banda Neira
Saya sangat ingin mengunjungi Banda Neira bersama pasangan saya suatu hari nanti.
Menurut perhitungan saya, sekitar 25 juta rupiah untuk dua orang sudah cukup mendapatkan pengalaman perjalanan yang sangat baik.
Kemungkinan besar setelah menikah nanti saya akan mengambil cuti kerja untuk mengajak istri menikmati tempat tersebut.
Penutup
Kalau semua target di atas dihitung secara nominal, memang terasa sangat berat.
Namun justru karena itulah saya menjadi lebih semangat untuk bekerja keras, menabung, dan mengejar mimpi yang saya inginkan.
Saya percaya bahwa dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam mengatur keuangan, mimpi-mimpi tersebut bukan sesuatu yang mustahil.
Saya juga selalu percaya bahwa segala sesuatu yang besar dimulai dari langkah-langkah kecil:
- menyisihkan penghasilan setiap bulan,
- mengatur pengeluaran dengan bijak,
- dan mencari peluang investasi yang tepat.
Bagi saya, mimpi-mimpi ini bukan hanya soal materi atau pencapaian duniawi semata. Ada rasa syukur, bakti kepada orang tua, dan keinginan membangun kehidupan yang baik bersama pasangan di masa depan.
Tentu dalam perjalanan nanti akan ada banyak tantangan. Namun saya yakin justru dari tantangan itulah saya akan belajar tentang kesabaran, keuletan, dan pentingnya doa dalam setiap langkah kehidupan.
Semoga di tahun 2025 sampai 2027, satu per satu impian ini benar-benar bisa menjadi kenyataan.
Meski berat, saya siap untuk terus bekerja keras demi masa depan yang lebih baik — bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang tercinta.
// diskusi
0 komentar. Tulis pertanyaan, tanggapan, atau apapun.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.